www.pa-sukoharjo.go.id - Situs Resmi Pengadilan Agama Sukoharjo

Segenap Keluarga Besar Pengadilan Agama Sukoharjo mengucapkan:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH HAJI TAHUN 1431 H

Kepada :

1. Drs. RAHMAT AFANDI, Beserta Istri

2. Drs. HERMANTO, Beserta Istri

3. MAFTUCHATUL DJAMILAH, SHI, Beserta Suami

SEMOGA SENANTIASA DIBERI KELANCARAN DAN KEMUDAHAN OLEH ALLAH SWT DAN SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR. AMIN.




Pada hari Jum'at tanggal 1 Oktober 2010 di Pengadilan Agama Sukoharjo diadakan acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah atas nama Akbar Syaiful yang dilantik dan disumpah menjadi Juru Sita Pengganti sesuai Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Nomor W11-A28/1480/K.p.04.6/VIII/2010 tanggal 25 Agustus 2010,  serta Adhi Kurniawan, S.Kom yang disumpah menjadi Pegawai Negeri Sipil sesuai Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor : 520/SEK/PNS.00.2/VIII/2010 tanggal 9 Agustus 2010. Acara tersebut dilaksanakan secara sederhana di Ruang Rapat Pengadilan Agama Sukoharjo yang berlangsung lancar dan khidmat.

Acara pelantikan jabatan Juru Sita Pengganti dan pengambilan sumpah PNS tersebut dihadiri oleh Ketua, Hakim, Panitera/Sekretaris, Pejabat Struktural, Fungsional dan beberapa pegawai Pengadilan Agama Sukoharjo. Dalam amanatnya Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo menyampaikan kepada pegawai yang baru diambil sumpahnya agar senantiasa berlaku disiplin, dan meningkatkan kinerja lebih baik, lebih semangat dan ucapan selamat tak lupa disampaikan.

Diakhir acara, pegawai yang baru dilantik dan diambil sumpahnya berkesempatan menerima ucapan selamat dari Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo ,Hakim, Pejabat Struktural, Fungsional dan pegawai yang  mengikuti acara tersebut.



Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Jabatan Juru Sita Pengganti Atas Nama Akbar Syaiful


Pelangambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil Atas Nama Adhi Kurniawan, S.Kom
Sukoharjo | pa-sukoharjo.go.id (24/9/2010)



Pengadilan Agama Sukoharjo pada hari Jum'at (24/9), bertepatan dengan tanggal 15 Syawwal 1431 H menggelar acara Pelantikan Wakil Ketua, Pelepasan Wakil Ketua dan Hakim serta halal bi halal Keluarga Besar Pengadilan Agama Sukoharjo. Tradisi Halal bi Halal ini setiap tahun diadakan dalam rangka menjalin silaturrahmi yang lebih erat, memperketat persaudaraan yang kuat dan ajang untuk saling melebur dosa saling memaafkan antar sesama.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Bapak Drs. Rahmat Afandi, para Hakim, Panitera / Sekretaris dan seluruh Pejabat Struktural dan Fungsional, Para Pegawai, tenaga honorer, Dharmmayukti Karini Pengadilan Agama Sukoharjo serta dihadiri juga oleh mantan Ketua dan mantan pegawai Pengadilan Agama Sukoharjo yang telah purna tugas .



Acara halal bi halal tersebut didahului dengan Acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Wakil Ketua Pengadsilan Agama Sukoharjo yang baru yaitu Drs. H. Cecep Makmun, SH, MH yang sebelumnya menjabat sebagai Hakim di Pengadilan Majalengka. Drs. H. Cecep Makmun, SH, MH menggantikan Drs. H. D. Tahyuddin, SH, MH yang dipromosikan menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Agama Kendari. Acara pelantikan dilaksanakan melalui sidang istimewa yang dipimpin Ketua Majelis yang juga Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Drs. Rahmat Afandi.



Dalam kesempatan acara tersebut juga dilangsungkan perpisahan Wakil Ketua Drs. H. D. Tahyuddin, SH, MH yang dipromosikan menjadi Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Kendari dan Hakim Drs. Abu Aeman, SH, MH yang dipromosikan menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Sampang.

Dalam kesan dan pesan yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. D. Tahyuddin, SH, MH mewakili Pejabat yang dilepas, Beliau mengatakan; dimanapun kita ditempatkan harus bisa kita nikmati  dan disyukuri karena mutasi ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan organisasi / lembaga, kita harus merasa enak, tetapi kalau keenakan juga tidak baik .



Drs. Rahmat Afandi dalam melepas Wakil Ketua dan Hakim yang promosi mengatakan, banyak berjalan tentu banyak yang dilihat, banyak tempat lokasi yang  dikunjungi tentu menambah pengalaman dan pengetahuan, kalau air tergenang disuatu tempat apalagi sampai bertahun-tahun tentu tidak baik bagi air itu sendiri, supaya bersih air itu harus mengalir.

Dalam acara Halal bi Halal tersebut dibacakan ikrar Halal bi Halal oleh Drs. Hermanto mewakili seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Sukoharjo yang kemudian ikrar tersebut dijawab oleh Bapak Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Drs. Rahmat Afandi.

Halal bi Halal tersebut juga diisi tausiah oleh Drs. Mulif Rohmadi, M.Ag. yang dalam tausiahnya mengatakan, kita harus pandai me-manage waktu dengan baik dan benar. Karena usia kehidupan kita berkisar antara 60 s/d 70 tahun dari 60 tahun itu 1/3 kita gunakan untuk istirahat/tidur ( sekitar 8 jam per hari ) 1/3 lagi kita gunakan untuk bekerja ( dari jam 8 s/d jam 16.30 ) 1/3 lagi digunakan untuk nonton tv, makan, perjalanan, ibadah, dll.

Oleh karenanya kita harus pandai memanfaatkan waktu dan menjadikan waktu yang ada semuanya bernilai ibadah disisi Allah SWT.


Setelah bimbingan dan arahan dari ketua Pengadilan Agama Sukoharjo, acara dilanjutkan dengan pemberian cendramata kemudian pembacaan doa. Acara ini diakhiri salam salaman.

Jakarta l badilag.net

Sekali lagi, pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) di lingkungan peradilan agama mendapatkan apresiasi positif. Kali ini datangnya dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).

Pertengahan Agustus kemarin, PSHK menerbitkan buku hasil penelitian berjudul Pemetaan Implementasi Teknologi Informasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Buku tersebut diterima badilag sebanyak empat eksemplar, Selasa kemarin (14/9).

Melalui buku ini, PSHK berupaya memberikan gambaran utuh mengenai perjalanan panjang perkembangan dan implementasi TI di MA sejak 1984 hingga sekarang.

Sebagai salah satu unit kerja di MA, Ditjen Badilag menjadi salah satu sasaran pemetaan. Sementara itu, walaupun sesungguhnya pemetaan ini hanya dilakukan terhadap TI di MA dan enam satker eselon satu di bawahnya, Pengadilan Tinggi Agama dan Pengadilan Agama juga tak luput dari pantauan.

ImageMerujuk pada buku yang disusun Aria Suyudi, SH, LLM dan rekan-rekannya ini, Ditjen Badilag merupakan pelopor pengelolaan website secara desentralisasi di MA. Pada awalnya, situs web MA didesain untuk beroperasi sebagai web yang tersentralisasi. Kemudian, pada tahun 2005, desentralisasi pengelolaan situs web dimulai pertama kali oleh Ditjen Badilag.

“Hal itu menjadi model yang secara tidak resmi dianut oleh MA. Belakangan, model itu disusul oleh Ditjen Badimiltun, Ditjen Badilum dan terakhir adalah Balitbangdiklat,” tulis Aria Sujudi dkk di halaman 161.

Desentralisasi implementasi TI, menurut tim penyusun buku ini, adalah solusi yang paling rasional. Desentralisasi dapat memastikan tingkat responsivitas yang paling baik dan mempercepat jangkauan implementasi TI. Hal-hal yang menjadi pertimbangan antara lain business process, legal framework, kultur organisasi, infrastruktur, serta kesiapan sumber daya manusia.

Selain menjadi pelopor desentralisasi, situs badilag.net dikukuhkan sebagai situs yang dikelola dengan kinerja tertinggi. Situs yang tampil dengan tiga bahasa ini dinilai tidak hanya memiliki jumlah modul dan informasi terbanyak, tetapi juga mempraktikkan pembaruan data secara terus-menerus.

“Pada tingkat satuan kerja, satu-satunya yang memiliki situs yang ter-update secara terus-menerus adalah Ditjen Badilag,” tulis Aria Sujudi dkk di halaman 163. Dengan demikian, situs badilag.net tidak terkesan redundan alias mubazir.

IT Bukan Sekedar Aksesori

Buku ini juga membongkar rahasia kesuksesan pengelolaan situs badilag.net. Menurut Aria Sujudi dkk, salah satu resep keberhasilan Ditjen Badilag dalam mengelola situs web-nya adalah dorongan aktif dari pimpinan dan integrasi total inisiatif TI dengan kegiatan rutin Ditjen Badilag. Meskipun bukan merupakan bagian dari kegiatan rutin di Ditjen Badilag, semangat TI telah menjadi suatu bagian yang nyaris tidak terpisahkan dari seluruh elemen kegiatan Ditjen Badilag.

Di samping itu, kunci keberhasilan implementasi TI di Ditjen Badilag terletak pada komitmen yang kuat. Di Ditjen Badilag, menurut Aria Sujudi dkk, TI bukan sekedar aksesori. Seluruh kegiatan satker selalu memasukkan elemen TI dan berdampak positif terhadap kemajuan implementasi TI pada situs badilag.net.

Di luar masalah website, buku ini juga menyinggung beberapa aplikasi yang dikembangkan di lingkungan peradilan agama seperti SIADPA, SIMPEG (yang kini diintegrasikan dengan SIKEP), dan SMS Gateway.

Hasil audit

Buku setebal 252 halaman ini juga menampilkan hasil audit situs web pengadilan seluruh Indonesia. Survey dilakukan dengan mematok 45 daftar periksa sebagai parameter penilaian. Ke-45 daftar periksa itu diharapkan dapat mengukur secara kuantitatif tingkat kesiapan situs web pengadilan untuk melaksanakan SK 144/2007 dengan baik dan hal lain yang perlu dilakukan.

Secara umum, parameter pemeriksaan terbagi menjadi tiga elemen utama. Pertama, elemen teknis seperti spesifikasi, kemudahan pakai, dan teknologi yang diterapkan. Kedua, elemen konten yang meliputi informasi-informasi yang berdasarkan SK 144/2007 termasuk dalam kategori terbuka untuk umum atau dapat diakses oleh publik. Elemen ketiga adalah aktivitas dan data terkini (up dating).


HASIL AUDIT WEBSITE : Tercatat 343 Satker di lingkungan peradilan agama telah memiliki website (Data Tahun 2009). Klik Disini , untuk melihat data hasil audit selengkapnya.
Dari survey tersebut, diperoleh data bahwa lingkungan peradilan agama memiliki website terbanyak. Dari 372 satker yang terdiri dari 29 PTA/MSyP dan 343 PA/MSy, 343 satker memiliki website (hal.182 lampiran II), walaupun dalam tabel lainnya terhitung jumlah website sebanyak 261. Rekap hasil audit dapat dilihat DISINI .

“Itu adalah data tahun 2009. Sekarang kondisinya sudah berubah. Seluruh PTA sudah punya website. Sedangkan dari 343 PA, yang belum punya website tinggal dua saja, itu pun sekarang lagi dalam tahap pembangunan, yaitu PA Kupang dan PA Lewoleba. Keduanya di bawah PTA Kupang,” kata Kasubbag Dokumentasi dan Informasi Badilag, Hirpan Hilmi. Informasi web per 16 September 2010, Klik Disini

Apresiasi Dirjen

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana mengaku sangat mengapresiasi kemunculan buku tersebut. "Kami mengucapkan selamat kepada PSHK yang telah menerbitkan buku tersebut" ungkap Dirjen seperti yang dituangkan dalam surat untuk pimpinan PSHK.  

Wahyu Widiana meyakini bahwa buku tersebut sangat bermanfaat untuk pengembangan Mahkamah Agung dan pengadilan yang ada dibawahnya, terutama dalam kaitan pelayanan publik yang sebaik-baiknya.

"Kami menyarankan, agar pengadilan terus melakukan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas pemanfaatan TI. Begitupun kepada PSHK,  audit terhadap situs web dan pemanfaatan aplikasi lainnya di pengadilan untuk kepentingan pelayanan, dapat dilakukan secara rutin, misalnya setiap tahun, atau paling tidak setiap 2 (dua) tahun" pintanya.

Dirjen merasa senang dengan perkembangan pemanfaatan TI di lingkungan peradilan agama seperti terlihat dari hasil pemetaan. Namun demikian terlihat pula rasa ketidakpuasan Dirjen atas kurang lengkapnya menu, aktifasi dan updating dari situs peradilan agama yang ada.

"Saya berterimakasih kepada kawan-kawan di daerah yang penuh perhatiannya terhadap pemanfaatan IT untuk kepentingan pelaksanaan tugas. Namun saya mengharapkan agar kekurangan selama ini, seperti kurang lengkapnya menu, aktifasi, dan updating dapat diatasi dengan kerja keras dan kerjasama yang lebih baik lagi" ungkapnya.

Hirpan Hilmi & Hermansyah

Jakarta l badilag.net

Dirjen Badilag Wahyu Widiana kembali mengingatkan pentingnya melaksanakan reformasi birokrasi di Badilag dan seluruh satker di bawahnya. Sebagai bagian dari Mahkamah Agung yang menjadi salah satu project pilot reformasi birokrasi, lingkungan peradilan agama dituntut untuk mampu membuktikan bahwa reformasi birokrasi telah berjalan dengan baik.

“Selama ini telah banyak langkah pembaruan yang dilakukan. Tapi terus terang saja, hal itu harus terus ditingkatkan,” kata Dirjen saat memimpin rapat koordinasi dengan pejabat eselon II, III, dan IV di Gedung Badilag, Senin (20/9/2010).

Menurut Dirjen, pelaksanaan reformasi birokrasi di MA dan empat lingkungan peradilan di bawahnya mengacu pada lima langkah penting yang telah dirumuskan bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kelima langkah tersebut adalah publikasi putusan melalui website, pengembangan Teknologi Informasi (TI), pelaksanaan Pedoman Perilaku Hakim, pemasukan Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan peningkatan kinerja secara keseluruhan.

Dari kelima langkah itu, yang menjadi garapan utama Badilag adalah publikasi putusan dan pengembangan TI. Dalam hal ini, Badilag melakukan pembinaan kepada satker di bawahnya agar publikasi putusan dan pengembangan TI tidak berjalan di tempat, apalagi mengalami kemunduran.

“Berdasarkan pengalaman selama ini, publikasi putusan itu sepertinya sederhana, namun ternyata sulit dilaksanakan,” tutur Dirjen. Sejauh ini, kendalanya bisa diidentifikasi menjadi tiga. Yaitu kurangnya SDM yang mumpuni, perhatian pimpinan yang masih minim, dan terdapat keengganan melaksanakannya karena dinilai tidak ada payung hukum yang jelas.

Dirjen menegaskan, kurangnya SDM sebenarnya bisa ditutupi dengan komitmen pimpinan yang kuat. Sementara itu, mengenai anggapan tidak adanya payung hukum, hal itu terbantahkan dengan adanya SK Ketua MA Nomor 144 Tahun 2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan.

Mengenai pengembangan TI, Dirjen mengaku senang sekaligus prihatin. Senang karena dari segi jumlah website, misalnya, peradilan agama melampaui lingkungan peradilan lainnya. Hal itu tergambar di buku Pemetaan Implementasi Teknologi Informasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia yang diterbitkan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia baru-baru ini. Dari buku tersebut diperoleh data bahwa lingkungan peradilan agama memiliki website terbanyak. Dari 372 satker yang terdiri dari 29 PTA/MSyP dan 343 PA/MSy, satker memiliki website berjumlah 343.

“Tapi saya juga prihatin karena banyak dari situs itu belum dikelola dengan baik. Misalnya sudah satu bulan tidak di-up date, tidak ada jadwal sidangnya, dan sebagainya. Simpulnya, situs-situs itu belum seluruhnya mencerminkan SK KMA 144/2007,” Dirjen menandaskan.

Dirjen tidak ingin peradilan agama yang sudah mendapat penilaian paling bagus dalam hal pengembangan TI ternyata masih memiliki banyak kekurangan. Karena itu, merupakan kewajiban bersama untuk memperbaiki kondisi ini, dan Badilag akan terus melakukan pembinaan dalam bidang TI sebaik-baiknya.

“Tentu saja TI bukan hanya situs, tapi segala teknologi yang dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Jadi bukan hanya aksesori. Bukan hanya untuk membikin orang nyaman, tapi supaya orang juga tidak dijadikan ‘obyek’ pembayaran. Makanya perlu juga Qeue System atau sistem pengaturan antrian,” Dirjen menjabarkan.

Perhatikan Surat Edaran

Dirjen juga menghimbau agar seluruh Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar’iyah sungguh-sungguh memperhatikan Surat Edaran Ditjen Badilag Nomor 3357/DjA/HM.01.2/IX/2010. Lampiran Surat Edaran itu memuat formulir isian tentang pelaksanaan reformasi birokrasi di MA dan pengadilan di bawahnya. Dari formulir itu nanti bisa diperoleh data yang terukur mengenai reformasi birokrasi yang telah dijalankan oleh sebuah pengadilan.

Laporan mengenai pelaksanaan reformasi birokrasi ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana reformasi birokrasi telah dilakukan untuk kepentingan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Di samping itu, laporan ini penting pula dalam rangka mengupayakan peningkatan tunjangan kinerja.

“Setelah Rekernas bulan Oktober nanti akan dilakukan pertemuan pimpinan MA dengan seluruh ketua pengadilan tingkat pertama dan banding untuk membahas hal ini,” kata Dirjen. Setelah itu akan dilakukan pengecekan secara acak oleh tim yang dibentuk Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

(hermansyah)

Panggilan Qoib (Tidak Diketahui Alamatnya)

  • Panggilan Tidak Diketahui Alamatnya
  • Panggilan Tidak Diketahui Alamatnya
  • Panggilan Tidak Diketahui Alamatnya

Pimpinan

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Kepaniteraan

Transparansi Anggaran

Who's Online

Kami memiliki 75 Tamu online

Penunjuk Waktu

 

Sukoharjo

Hari ini

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini90
mod_vvisit_counterKemarin96
mod_vvisit_counterMinggu ini291
mod_vvisit_counterBulan ini3615
mod_vvisit_counterTotal474873

Berita Umum

ANTARA News - Berita Terkini
News And Service
  • Mendikbud: Server gangguan disebabkan pengguna UNBK berlebih
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan gangguan server saat UNBK SMP berlangsung disebabkan karena pengguna server melebihi kapasitas. "Tahun ini jumlah SMP dan Tsanawiyah yang ikut UNBK meningkat ...
  • RUU BUMN perlu penguatan untuk kesejahteraan rakyat
    Rancangan Undang-Undang tentang Badan Usaha Milik Negara (RUU BUMN) perlu dilakukan dalam rangka memperkuat kinerja BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di Tanah Air. "Penguatan BUMN ditujukan untuk kesejahteraan ...
  • Instagram perkenalkan multi-upload dalam Stories
    Instagram memperkenalkan beberapa pembaruan yang akan memudahkan pengguna dalam mengunggah beberapa foto dan video di Instagram Stories secara lebih cepat. Kini, pengguna dapat mengunggah beberapa foto dan video di Instagram ...

Jajak Pendapat

Bagaimana pelayanan kami?
 

Waktu Shalat

KONTAK KAMI

AL-Qur'an Online

Hitung Zakat