www.pa-sukoharjo.go.id - Situs Resmi Pengadilan Agama Sukoharjo

www.pta-semarang.go.id 15/10/2010


“Hakim jangan jadi mubaligh”, demikian pesan yang disampaikan  Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Drs. H. Chatib Rasyid, SH., MH. dalam sambutan pengarahannya disalah satu acara pembinaan terhadap hakim dan pejabat Kepaniteraan Pengadilan Agama se wilayah koordinator Banyumas dan Kedu pada tanggal 11-11-2010 yang dilaksanakan di Pengadilan Agama Banyumas.

Sebelumnya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang telah melakukan pembinaan Hakim dan Pejabat Kepaniteraan Pengadilan Agama se wilayah Koordinator Pekalongan tanggal 10-11-2010 dan pada tanggal 12-11-2010 Pengadilan Agama se wilayah Koordinator Surakarta (di PA Surakarta).

Acara serupa juga akan diselenggarakan untuk para aparat di Pengadilan Agama se wilayah Koordinator Semarang dan Pati yang bertempat di PA Demak tanggal 15-11-2010 hari ini.

Pembinaan Teknis dan Administrasi Yustisial terhadap hakim dan Pejabat Kepaniteraan Pengadilan Agama dilakukan dengan sistem “Bedah berkas perkara”.  Berkas yang dibedah merupakan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap. Menurut Chatib Rasyid, pembinaan Teknis dan Administrasi Yustisial dengan sistem bedah berkas perkara ini sangat tepat dan lebih efektif, karena kinerja hakim dapat dilihat melalui berkas perkara yang ditangani, yang didalamnya tergambar proses pemeriksaan perkara.

Lebih jauh Ketua Pengadilan Tinggi Semarang mengatakan sekarang ini masih banyak dijumpai putusan hakim PA dalam mempertimbangan fakta kejadian dan fakta hukum, dengan menunjuk dalil-dalil al-Qur’an maupun kitab-kitab fiqih, yang kadang-kadang tidak relevan dan tidak ”match” (nyambung), sehingga jika putusan hakim tersebut dibaca terkesan seperti bahan dakwah seorang mubaligh. Dalam pembinaanya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang menekankan kepada seluruh jajaran aparat Pengadilan Agama di Jawa Tengah agar selalu menerima perubahan dalam rangka peningkatan profesonalisme aparat, melakukan reformasi birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik. Perubahan tersebut diimplementasikan melalui pemanfaatan website Pengadilan Agama sebagai sarana media informasi.



Segenap Keluarga Besar Pengadilan Agama Sukoharjo mengucapkan:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH HAJI TAHUN 1431 H

Kepada :

1. Drs. RAHMAT AFANDI, Beserta Istri

2. Drs. HERMANTO, Beserta Istri

3. MAFTUCHATUL DJAMILAH, SHI, Beserta Suami

SEMOGA SENANTIASA DIBERI KELANCARAN DAN KEMUDAHAN OLEH ALLAH SWT DAN SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR. AMIN.




Pada hari Jum'at tanggal 1 Oktober 2010 di Pengadilan Agama Sukoharjo diadakan acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah atas nama Akbar Syaiful yang dilantik dan disumpah menjadi Juru Sita Pengganti sesuai Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Nomor W11-A28/1480/K.p.04.6/VIII/2010 tanggal 25 Agustus 2010,  serta Adhi Kurniawan, S.Kom yang disumpah menjadi Pegawai Negeri Sipil sesuai Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor : 520/SEK/PNS.00.2/VIII/2010 tanggal 9 Agustus 2010. Acara tersebut dilaksanakan secara sederhana di Ruang Rapat Pengadilan Agama Sukoharjo yang berlangsung lancar dan khidmat.

Acara pelantikan jabatan Juru Sita Pengganti dan pengambilan sumpah PNS tersebut dihadiri oleh Ketua, Hakim, Panitera/Sekretaris, Pejabat Struktural, Fungsional dan beberapa pegawai Pengadilan Agama Sukoharjo. Dalam amanatnya Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo menyampaikan kepada pegawai yang baru diambil sumpahnya agar senantiasa berlaku disiplin, dan meningkatkan kinerja lebih baik, lebih semangat dan ucapan selamat tak lupa disampaikan.

Diakhir acara, pegawai yang baru dilantik dan diambil sumpahnya berkesempatan menerima ucapan selamat dari Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo ,Hakim, Pejabat Struktural, Fungsional dan pegawai yang  mengikuti acara tersebut.



Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Jabatan Juru Sita Pengganti Atas Nama Akbar Syaiful


Pelangambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil Atas Nama Adhi Kurniawan, S.Kom
Sukoharjo | pa-sukoharjo.go.id (24/9/2010)



Pengadilan Agama Sukoharjo pada hari Jum'at (24/9), bertepatan dengan tanggal 15 Syawwal 1431 H menggelar acara Pelantikan Wakil Ketua, Pelepasan Wakil Ketua dan Hakim serta halal bi halal Keluarga Besar Pengadilan Agama Sukoharjo. Tradisi Halal bi Halal ini setiap tahun diadakan dalam rangka menjalin silaturrahmi yang lebih erat, memperketat persaudaraan yang kuat dan ajang untuk saling melebur dosa saling memaafkan antar sesama.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Bapak Drs. Rahmat Afandi, para Hakim, Panitera / Sekretaris dan seluruh Pejabat Struktural dan Fungsional, Para Pegawai, tenaga honorer, Dharmmayukti Karini Pengadilan Agama Sukoharjo serta dihadiri juga oleh mantan Ketua dan mantan pegawai Pengadilan Agama Sukoharjo yang telah purna tugas .



Acara halal bi halal tersebut didahului dengan Acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Wakil Ketua Pengadsilan Agama Sukoharjo yang baru yaitu Drs. H. Cecep Makmun, SH, MH yang sebelumnya menjabat sebagai Hakim di Pengadilan Majalengka. Drs. H. Cecep Makmun, SH, MH menggantikan Drs. H. D. Tahyuddin, SH, MH yang dipromosikan menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Agama Kendari. Acara pelantikan dilaksanakan melalui sidang istimewa yang dipimpin Ketua Majelis yang juga Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Drs. Rahmat Afandi.



Dalam kesempatan acara tersebut juga dilangsungkan perpisahan Wakil Ketua Drs. H. D. Tahyuddin, SH, MH yang dipromosikan menjadi Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Kendari dan Hakim Drs. Abu Aeman, SH, MH yang dipromosikan menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Sampang.

Dalam kesan dan pesan yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. D. Tahyuddin, SH, MH mewakili Pejabat yang dilepas, Beliau mengatakan; dimanapun kita ditempatkan harus bisa kita nikmati  dan disyukuri karena mutasi ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan organisasi / lembaga, kita harus merasa enak, tetapi kalau keenakan juga tidak baik .



Drs. Rahmat Afandi dalam melepas Wakil Ketua dan Hakim yang promosi mengatakan, banyak berjalan tentu banyak yang dilihat, banyak tempat lokasi yang  dikunjungi tentu menambah pengalaman dan pengetahuan, kalau air tergenang disuatu tempat apalagi sampai bertahun-tahun tentu tidak baik bagi air itu sendiri, supaya bersih air itu harus mengalir.

Dalam acara Halal bi Halal tersebut dibacakan ikrar Halal bi Halal oleh Drs. Hermanto mewakili seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Sukoharjo yang kemudian ikrar tersebut dijawab oleh Bapak Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Drs. Rahmat Afandi.

Halal bi Halal tersebut juga diisi tausiah oleh Drs. Mulif Rohmadi, M.Ag. yang dalam tausiahnya mengatakan, kita harus pandai me-manage waktu dengan baik dan benar. Karena usia kehidupan kita berkisar antara 60 s/d 70 tahun dari 60 tahun itu 1/3 kita gunakan untuk istirahat/tidur ( sekitar 8 jam per hari ) 1/3 lagi kita gunakan untuk bekerja ( dari jam 8 s/d jam 16.30 ) 1/3 lagi digunakan untuk nonton tv, makan, perjalanan, ibadah, dll.

Oleh karenanya kita harus pandai memanfaatkan waktu dan menjadikan waktu yang ada semuanya bernilai ibadah disisi Allah SWT.


Setelah bimbingan dan arahan dari ketua Pengadilan Agama Sukoharjo, acara dilanjutkan dengan pemberian cendramata kemudian pembacaan doa. Acara ini diakhiri salam salaman.

Jakarta l badilag.net

Sekali lagi, pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) di lingkungan peradilan agama mendapatkan apresiasi positif. Kali ini datangnya dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).

Pertengahan Agustus kemarin, PSHK menerbitkan buku hasil penelitian berjudul Pemetaan Implementasi Teknologi Informasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Buku tersebut diterima badilag sebanyak empat eksemplar, Selasa kemarin (14/9).

Melalui buku ini, PSHK berupaya memberikan gambaran utuh mengenai perjalanan panjang perkembangan dan implementasi TI di MA sejak 1984 hingga sekarang.

Sebagai salah satu unit kerja di MA, Ditjen Badilag menjadi salah satu sasaran pemetaan. Sementara itu, walaupun sesungguhnya pemetaan ini hanya dilakukan terhadap TI di MA dan enam satker eselon satu di bawahnya, Pengadilan Tinggi Agama dan Pengadilan Agama juga tak luput dari pantauan.

ImageMerujuk pada buku yang disusun Aria Suyudi, SH, LLM dan rekan-rekannya ini, Ditjen Badilag merupakan pelopor pengelolaan website secara desentralisasi di MA. Pada awalnya, situs web MA didesain untuk beroperasi sebagai web yang tersentralisasi. Kemudian, pada tahun 2005, desentralisasi pengelolaan situs web dimulai pertama kali oleh Ditjen Badilag.

“Hal itu menjadi model yang secara tidak resmi dianut oleh MA. Belakangan, model itu disusul oleh Ditjen Badimiltun, Ditjen Badilum dan terakhir adalah Balitbangdiklat,” tulis Aria Sujudi dkk di halaman 161.

Desentralisasi implementasi TI, menurut tim penyusun buku ini, adalah solusi yang paling rasional. Desentralisasi dapat memastikan tingkat responsivitas yang paling baik dan mempercepat jangkauan implementasi TI. Hal-hal yang menjadi pertimbangan antara lain business process, legal framework, kultur organisasi, infrastruktur, serta kesiapan sumber daya manusia.

Selain menjadi pelopor desentralisasi, situs badilag.net dikukuhkan sebagai situs yang dikelola dengan kinerja tertinggi. Situs yang tampil dengan tiga bahasa ini dinilai tidak hanya memiliki jumlah modul dan informasi terbanyak, tetapi juga mempraktikkan pembaruan data secara terus-menerus.

“Pada tingkat satuan kerja, satu-satunya yang memiliki situs yang ter-update secara terus-menerus adalah Ditjen Badilag,” tulis Aria Sujudi dkk di halaman 163. Dengan demikian, situs badilag.net tidak terkesan redundan alias mubazir.

IT Bukan Sekedar Aksesori

Buku ini juga membongkar rahasia kesuksesan pengelolaan situs badilag.net. Menurut Aria Sujudi dkk, salah satu resep keberhasilan Ditjen Badilag dalam mengelola situs web-nya adalah dorongan aktif dari pimpinan dan integrasi total inisiatif TI dengan kegiatan rutin Ditjen Badilag. Meskipun bukan merupakan bagian dari kegiatan rutin di Ditjen Badilag, semangat TI telah menjadi suatu bagian yang nyaris tidak terpisahkan dari seluruh elemen kegiatan Ditjen Badilag.

Di samping itu, kunci keberhasilan implementasi TI di Ditjen Badilag terletak pada komitmen yang kuat. Di Ditjen Badilag, menurut Aria Sujudi dkk, TI bukan sekedar aksesori. Seluruh kegiatan satker selalu memasukkan elemen TI dan berdampak positif terhadap kemajuan implementasi TI pada situs badilag.net.

Di luar masalah website, buku ini juga menyinggung beberapa aplikasi yang dikembangkan di lingkungan peradilan agama seperti SIADPA, SIMPEG (yang kini diintegrasikan dengan SIKEP), dan SMS Gateway.

Hasil audit

Buku setebal 252 halaman ini juga menampilkan hasil audit situs web pengadilan seluruh Indonesia. Survey dilakukan dengan mematok 45 daftar periksa sebagai parameter penilaian. Ke-45 daftar periksa itu diharapkan dapat mengukur secara kuantitatif tingkat kesiapan situs web pengadilan untuk melaksanakan SK 144/2007 dengan baik dan hal lain yang perlu dilakukan.

Secara umum, parameter pemeriksaan terbagi menjadi tiga elemen utama. Pertama, elemen teknis seperti spesifikasi, kemudahan pakai, dan teknologi yang diterapkan. Kedua, elemen konten yang meliputi informasi-informasi yang berdasarkan SK 144/2007 termasuk dalam kategori terbuka untuk umum atau dapat diakses oleh publik. Elemen ketiga adalah aktivitas dan data terkini (up dating).


HASIL AUDIT WEBSITE : Tercatat 343 Satker di lingkungan peradilan agama telah memiliki website (Data Tahun 2009). Klik Disini , untuk melihat data hasil audit selengkapnya.
Dari survey tersebut, diperoleh data bahwa lingkungan peradilan agama memiliki website terbanyak. Dari 372 satker yang terdiri dari 29 PTA/MSyP dan 343 PA/MSy, 343 satker memiliki website (hal.182 lampiran II), walaupun dalam tabel lainnya terhitung jumlah website sebanyak 261. Rekap hasil audit dapat dilihat DISINI .

“Itu adalah data tahun 2009. Sekarang kondisinya sudah berubah. Seluruh PTA sudah punya website. Sedangkan dari 343 PA, yang belum punya website tinggal dua saja, itu pun sekarang lagi dalam tahap pembangunan, yaitu PA Kupang dan PA Lewoleba. Keduanya di bawah PTA Kupang,” kata Kasubbag Dokumentasi dan Informasi Badilag, Hirpan Hilmi. Informasi web per 16 September 2010, Klik Disini

Apresiasi Dirjen

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana mengaku sangat mengapresiasi kemunculan buku tersebut. "Kami mengucapkan selamat kepada PSHK yang telah menerbitkan buku tersebut" ungkap Dirjen seperti yang dituangkan dalam surat untuk pimpinan PSHK.  

Wahyu Widiana meyakini bahwa buku tersebut sangat bermanfaat untuk pengembangan Mahkamah Agung dan pengadilan yang ada dibawahnya, terutama dalam kaitan pelayanan publik yang sebaik-baiknya.

"Kami menyarankan, agar pengadilan terus melakukan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas pemanfaatan TI. Begitupun kepada PSHK,  audit terhadap situs web dan pemanfaatan aplikasi lainnya di pengadilan untuk kepentingan pelayanan, dapat dilakukan secara rutin, misalnya setiap tahun, atau paling tidak setiap 2 (dua) tahun" pintanya.

Dirjen merasa senang dengan perkembangan pemanfaatan TI di lingkungan peradilan agama seperti terlihat dari hasil pemetaan. Namun demikian terlihat pula rasa ketidakpuasan Dirjen atas kurang lengkapnya menu, aktifasi dan updating dari situs peradilan agama yang ada.

"Saya berterimakasih kepada kawan-kawan di daerah yang penuh perhatiannya terhadap pemanfaatan IT untuk kepentingan pelaksanaan tugas. Namun saya mengharapkan agar kekurangan selama ini, seperti kurang lengkapnya menu, aktifasi, dan updating dapat diatasi dengan kerja keras dan kerjasama yang lebih baik lagi" ungkapnya.

Hirpan Hilmi & Hermansyah

Pimpinan

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Kepaniteraan

Transparansi Anggaran

Who's Online

Kami memiliki 20 Tamu online

Penunjuk Waktu

 

Sukoharjo

Hari ini

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini324
mod_vvisit_counterKemarin292
mod_vvisit_counterMinggu ini1269
mod_vvisit_counterBulan ini4553
mod_vvisit_counterTotal494457

Berita Umum

ANTARA News - Berita Terkini
News And Service
  • Preman penodong dalam Kopaja di Daan Mogot dibekuk
    Preman jalanan penodong korban penumpang Bus Kopaja 88 jurusan Kalideres-Slipi saat melintas di Jalan Daan Mogot berhasil dibekuk polisi, Jumat (20/7). Kepolisian Sektor Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Komisaris ...
  • Disiagakan 10 helikopter pembom air untuk Asian Games
    Sebanyak 10 helikopter pembom air disiagakan di Palembang (Sumatera Selatan) saat Asian Games XVIII tahun 2018 pada Agustus mendatang. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sumatera Selatan, Willem ...
  • Jasa Penukaran Uang Riyal Calon Haji
    Pekerja penukaran uang menunjukan uang kertas pecahan Riyal di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (20/7/2018). Para penyedia jasa penukaran uang memanfaatkan momentum keberangkatan jamaah calon haji ...

Jajak Pendapat

Bagaimana pelayanan kami?
 

Waktu Shalat

KONTAK KAMI

AL-Qur'an Online

Hitung Zakat