www.pa-sukoharjo.go.id - Situs Resmi Pengadilan Agama Sukoharjo

Bandung l Badilag.net (4/6)

image

Tidak sia-sia Ditjen Badilag Mahkamah Agung dan IAJPT Indonesia Australia Justice Partnership Transition) menggelar workshop anonimisasi putusan selama tiga hari di Bandung, pekan lalu. Sebanyak 3650 putusan tahun 2007-2009 berhasil dianonimisasikan. Para peserta juga telah melakukan penamaan file sesuai standar yang ditetapkan. Tidak hanya itu, mereka juga telah menyusun meta data yang berisi rincian putusan yang identitas para pihaknya telah dikaburkan.

“Selamat kepada panitia dan peserta yang telah menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” kata Aria Suyudi, pelaksana program dari Tim Pembaruan MA, pada acara penutupan, Jumat (4/6/2010).

Secara khusus, Aria menyampaikan apresiasinya terhadap para peserta dari pusat data kepaniteraan dan operator Tim E Mahkamah Agung. Keseluruhan, mereka berhasil menganonimisasi 160 putusan.

Kegiatan anonimisasi putusan peradilan agama ini melibatkan peserta dari seluruh Indonesia. Mereka adalah perwakilan dari seluruh pengadilan tingkat banding, ditambah peserta dari kepaniteraan MA yang sehari-hari menangani administrasi perkara perdata agama di tingkat kasasi.

Berbekal soft copy putusan, dengan dipandu panitia, para peserta melakukan anonimisasi. Awalnya, panitia tidak menyangka seluruh putusan yang berjumlah ribuan itu berhasil dianonimisasikan hanya dalam dua hari. Namun, dengan kerja keras, hal itu bisa teratasi.

“Sebenarnya tidak kita targetkan seratus persen. Dengan jumlah ini, publikasi di asianlii akan meningkat drastis,” ujar Asep Nursobah, instruktur dari Badilag.

Berdasarkan data terakhir, putusan peradilan agama yang dipublikasikan di situs Asianlii berjumlah 1647. Jumlah tersebut dinilai sangat kecil dibandingkan jumlah keseluruhan putusan yang dihasilkan. Salah satu sebabnya ialah adanya keharusan melakukan anonimisasi terhadap hampir seluruh putusan pengadilan agama. Hal ini mengacu kepada ketentuan SK Ketua MA No. 144/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan.

Fakta selama ini menunjukkan, meski SK 144/2007 telah merinci apa yang harus dan tidak harus dikaburkan, namun masih banyak ditemui hasil anonimisasi yang keliru. Karena itu digelarlah workshop dimana peserta tidak hanya pasif menerima materi pelatihan, tapi juga langsung mempraktikkannya


Panitia dan peserta workshop berpose bersama Dirjen Badilag.
Workshop di Bandung ini bukan kali pertama. Tahun lalu, pelatihan serupa pernah digelar di Jogjakarta. Hanya, saat itu pesertanya terbatas pada perwakilan PTA se-Jawa. Karena itu, para peserta dari luar Jawa mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.

“Seharusnya pelatihan seperti ini terus ditindaklanjuti, tidak hanya digelar sekali,” kata peserta dari PTA Bandar Lampung.

Menanggapi hal ini, Asep Nursobah mengatakan bahwa anonimisasi putusan merupakan pekerjaan yang harus terus dilakukan, dengan atau tanpa workshop. “Harapan saya, anonimisasi tidak harus menunggu kegiatan di Bandung,” kelakar hakim yang pernah menjadi Kasubbag Dokumentasi dan Informasi Badilag ini.

Meski demikian, Aria Sujudi memberi sinyal positif. “Saya berharap, meski putusan bisa dianonimisasikan langsung di tempat kerja masing-masing, tapi suatu saat perlu juga dilakukan kegiatan serupa,” tuturnya.

Bagi-bagi penghargaan

Acara penutupan kegiatan ini ditandai dengan pemberian penghargaan kepada para peserta untuk beberapa kategori. Penghargaan tersebut berupa flash disc. “Mudah-mudahan ini dapat menjadi penyemangat,” kata Hemiwan Fathoni, instruktur dari Tim Pembaruan MA.

Untuk kategori PTA yang putusannya paling banyak dipublikasikan di Asianlii, penghargaan diberikan kepada PTA Surabaya, PTA Bandung dan PTA Jakarta.

PTA Surabaya juga mendapat penghargaan untuk kategori PTA yang membawa putusan terbanyak. Keseluruhan, delegasi PTA Surabaya mengusung lebih dari seribu putusan.

Secara khusus, panitia juga memberikan penghargaan kepada dua peserta dari kepaniteraan MA. Penghargaan itu untuk mengapresiasi kerja keras mereka selama workshop.

Selain memberikan penghargaan berdasarkan kategori tertentu, panitia juga menyediakan flash disc cuma-cuma melalui undian. Mereka yang beruntung adalah delegasi dari PTA Banjarmasin, PTA Pontianak, PTA Pekanbaru, dan PTA Jayapura.

(hermansyah)



Dirjen Badilag dengan didampingi Asep Nursobah, S.Ag. dan Haemiwan Fathoni : Perhatikan juga hal-hal non teknis dalam proses publikasi putusan.
Jakarta l Badilag.net

Satu masalah krusial berhasil teridentifikasi dalam workshop tentang anonimisasi putusan di Bandung, pekan kemarin. Selama ini, di samping masih ada kelemahan dalam hal melakukan anonimisasi, juga masih sering didapati penyimpanan soft copy putusan yang tercerai berai. Akibatnya, putusan tersebut susah dilacak keberadaannya sehingga menghambat proses anonimisasi dan publikasi putusan.

Dirjen Badilag Wahyu Widiana menyebut masalah ini sebagai masalah non-teknis. Disebut demikian karena secara teknis, anonimisasi dan publikasi putusan telah diatur dalam SK KMA 144/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan. Penataan file putusan tidak disinggung-singgung di SK yang ditandatangani Prof Bagir Manan tersebut.

“Dalam hal publikasi putusan, masalah anonimisasi mungkin sederhana, tapi ada masalah non-teknis di luar anonimisasi. Misalnya, kesulitan mencari file atau soft copy. Ini harus diatasi lebih dulu,” seru Dirjen Badilag.

Menyambung ultimatum Dirjen Badilag, anggota Tim Pembaruan MA Aria Suyudi mengatakan bahwa soft copy putusan sebenarnya termasuk dokumen negara yang harus diatur dan dijaga dengan baik. “Karena itu, harus ada standar yang jelas, agar pengelolaannya bagus,” tandasnya.

Masalah ini mulai terkuak ketika seorang peserta workshop tidak membawa seluruh soft copy putusan tahun 2007-2009. Dia mengaku kesulitan menghimpun putusan-putusan tersebut lantaran tersimpan di folder yang terpisah-pisah. Selain itu, ada kesulitan untuk memastikan mana draft putusan yang belum dan sudah diedit.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, menurut Hirpan Hilmi, perlu disusun SOP  (standard operating procedure) mengenai penataan, penyimpangan dan pengamanan file putusan. “Bagaimana putusan disusun, dibacakan, hingga dipublikasikan,” kata Plt. Kasubbag Dokumentasi dan Informasi Badilag ini.

imageKarena soft copy putusan tergolong dokumen negara, maka ia tak kalah penting dibanding berkas putusan-putusan di ruang arsip. Bila rusak atau raib, harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Kami sarankan soft copy putusan itu disimpan di server atau komputer khusus,” Hirpan Hilmi menegaskan.

(hermansyah)

pa-sukoharjo.go.id l Sukoharjo



Pada tanggal 24 Mei 2010 telah dilakukan pelantikan hakim pengadilan agama sukoharjo di ruang rapat Pengadilan Agama Sukoharjo. Pejabat yang dilantik adalah Drs. Munjid Lughowi NIP. 150261946.



Drs. Munjid Lughowi dilantik secara resmi oleh Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Drs. Rahmat Afandi. Drs. Munjid Lughowi sebelumnya adalah hakim pada Pengadilan Agama Salatiga yang kemudian pindah tugas di Sukoharjo sebagai Hakim pada Pengadilan Agama Sukoharjo.



Acara pelantikan itu sendiri berjalan dengan hikmat dan lancar. Acara pelantikan tersebut diikuti oleh para Pegawai yang terdiri dari Pegawai Pengadilan Agama Sukoharjo dan para Pegawai dari Pengadilan Agama Salatiga yang mengantarkan Drs. Munjid Lughowi pada acara pelantikan tersebut.



Kami segenap keluarga besar Pengadilan Agama Sukoharjo mengucapkan selamat atas dilantiknya Drs. Munjid Lughowi sebagai Hakim Pengadilan Agama Sukoharjo, Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua sehingga kita dapat bekerja sama dan dapat menyelesaikan tugas - tugas kita dengan baik. Amiinn....



(Foto : KPTA.Semarang/Drs.H.Chatib Rasyid,SH.MH, Sekretaris 
MARI/Drs.H.M. Rum Nessa, S.H.,M.H, Waka PTA.Semarang/Drs. H. 
Mudjtahidin, SH.MH. )

 Semarang | pta-semarang.go.id (21/05)

Selama lebih kurang 2 jam, Drs. H. Rum Nessa, SH.MH., Sekretaris Mahkamah Agung RI, yang sering disapa dengan “Pak Rum” melakukan pembinaan terhadap Pimpinan PTA Semarang, Hakim Tinggi, Ketua PA beserta Hakim se Koordinator Semarang, Koordinator PA se Jawa Tengah serta Pejabat Struktural dan Fungsional PTA Semarang di aula PTA Semarang. Terdapat hal yang sangat membekas dari pertemuan tersebut, yakni informasi mengenai anggaran mutasi yang terpakai baru sekitar 1 Milyar dari 10 Milyar, jadi masih 9 Milyar yang harus diserap. “ Oleh sebab itu Bapak-bapak harus siap-siap untuk dimutasi, bulan depan (red: Juni) akan terjadi pergesaran besar-besaran,” demikian “bocoran” yang diterima dari Pak Rum.

Selanjutnya...

pa-sukoharjo.go.id l Sukoharjo



Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Drs. Rahmat Afandi berpose dengan instruktur senam dan para pegawai setelah acara senam rutin setiap jum'at pagi selesai

Halaman kantor Pengadilan Agama Sukoharjo, Jum'at (22 Mei 2010) sekitar pukul 07.00 WIB terlihat sangat ramai. Seluruh pegawai pengadilan agama sukoharjo berdatangan dan mulai kegiatan senam pagi yang rutin diadakan setiap hari jum'at yang dipandu oleh pelatih yang profesional dengan iringan musik yang membuat semangat para pegawai semakin berkobar. kegiatan senam pagi ini dilaksanakan secara rutin mulai awal tahun 2009 dengan prakarsa dari Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo Bapak Drs. Rahmat Afandi dan berlangsung rutin hingga sekarang. Kegiatan senam ini terdiri dari tiga session, pertama pemanasan, kedua senam inti dan ketiga senam pendinginan.

Setiap jum'at pagi akan terlihat di Pengadilan Agama Sukoharjo seorang instruktur memandu para peserta dengan iringan musik yang terdengar hingga ke seluruh penjuru halaman kantor. Para pegawai pun dengan sangat antusias mengikuti setiap gerakan instruktur dari sesion ke sesion berikutnya. Senam pun berjalan dengan meriah dan lancar di sela - sela senam terdengan pekikan semangat aerobic yang menambah semangat para peserta. Acara senam rutin ini biasanya berkhir sekitar pukul 08.15 WIB.

Dengan adanya senam rutin setiap jum'at ini, diharapkan akan meningkatkan kesehatan, kebugaran para pegawai Pengadilan Agama Sukoharjo. Dengan kesehatan yang prima itu diharapkan para pegawai dapat bekerja dengan lebih baik dalam menjalankan semua tugas yang diemban masing - masing, dan dapat menjalankan visi dan misi yang dicanangkan pimpinan Kantor Pengadilan Agama Sukoharjo. Semoga senam ini dapat tetap berlanjut dan selalu membuat semangat para Pegawai Pengadilan Agama Sukoharjo. SEMANGAT.......!!!!!!!!!!!!


Panggilan Qoib (Tidak Diketahui Alamatnya)

  • Panggilan Tidak Diketahui Alamatnya
  • Panggilan Tidak Diketahui Alamatnya
  • Panggilan Tidak Diketahui Alamatnya

Pimpinan

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Kepaniteraan

Transparansi Anggaran

Who's Online

Kami memiliki 25 Tamu online

Penunjuk Waktu

 

Sukoharjo

Hari ini

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini20
mod_vvisit_counterKemarin127
mod_vvisit_counterMinggu ini1045
mod_vvisit_counterBulan ini2274
mod_vvisit_counterTotal461467

Berita PTA Semarang

Situs Web Resmi Pengadilan Tinggi Agama Semarang

Berita Umum

ANTARA News - Berita Terkini
News And Service
  • Imigrasi buka layanan paspor simpatik di Monas
    Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membuka pelayanan paspor simpatik dalam acara Festival Keimigrasian di pintu barat daya Monumen Nasional Jakarta, Minggu. "Jadi, ini kan dalam rangka ulang tahun ...
  • Iwan Fals nikmati jalan darat konser Sumatera
    Penyanyi legendaris Iwan Fals memilih menikmati perjalanan jalan darat ketimbang menggunakan pesawat terbang saat menjalani rangkaian konser "Kontribusi Untuk Negeri, Perjalanan Sejuta Harapan" di Pulau Sumatera. "Saya ...
  • Donald Trump didemo ratusan ribu wanita di seantero Amerika
    Ratusan ribu orang bergabung dalam unjuk rasa kaum perempuan di seluruh penjuru Amerika Serikat guna memprotes Presiden Donald Trump dan serangan seksual yang di antaranya ditudingkan kepada sang presiden.Dalam unjuk rasa di ...

Jajak Pendapat

Bagaimana pelayanan kami?
 

Waktu Shalat

KONTAK KAMI

AL-Qur'an Online

Hitung Zakat